Pada hari Ahad, tanggal 12 Mei 2024, bertempat di Masjid Darusy Syakirin, kampus 2 unit A Universitas Ahmad Dahlan telah diselenggarakan acara kajian keislaman dengan tema “Rapatkan barisan di Bulan Syawwal jadikan Umat Islam yang Ukhuwah”. Acara ini diadakan oleh Departemen Keagamaan BEM FKIP UAD mulai dari pukul 08.00-10.00 WIB.
Kajian keislaman ini akan diadakan rutin triwulan sekali. Pada kajian perdana kali ini dibuka langsung oleh ketua panitia, Fathurroby dan gubernur BEM FKIP UAD 23/24, Ali Johan. Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah belajar bersama antara pengurus dan mahasiswa sehingga terjalin silaturahmi yang kuat dalam keluarga besar mahasiswa FKIP UAD.
Pada acara ini, Ustadz Muhammad Ghassan menguraikan dengan mendalam tentang pentingnya silaturahmi dalam Islam, yang tidak hanya menjadi ajaran, tetapi juga menjadi praktik yang harus dijalani oleh setiap umat Muslim. Beliau menyoroti bahwa silaturahmi bukan sekadar hubungan sosial biasa, tetapi merupakan kewajiban agama yang memiliki landasan yang kuat dalam Al-Quran dan Sunnah.
Ustadz Ghassan membahas Surat An-Nisa ayat 1, yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dengan landasan keimanan. Dalam penyampaian beliau, silaturahmi merupakan ekspresi dari kasih sayang dan rasa persaudaraan antar sesama Muslim. Menjalin silaturahmi bukan hanya sebagai bentuk pertemanan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat ikatan persaudaraan dalam satu komunitas atau kelompok, seperti keluarga besar mahasiswa FKIP UAD.
Beliau menekankan bahwa silaturahmi adalah lebih dari sekadar berkunjung atau bertegur sapa, tetapi juga melibatkan sikap hati yang ikhlas, tulus, dan penuh dengan kasih sayang. Dalam Islam, memaafkan dan tidak menyimpan dendam merupakan bagian yang penting dari silaturahmi. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya memaafkan dan memberi maaf kepada sesama.
Selain itu, Ustadz Ghassan juga membahas tentang pentingnya kerja kolektif dan kolegial dalam organisasi, dimana setiap anggota bergerak bersama dan saling membantu satu sama lain. Beliau menekankan bahwa dalam suatu organisasi, tidak boleh ada yang merasa lebih baik dari yang lain, tetapi harus memiliki sikap kesetaraan dan saling menghargai.
Dalam diskusi yang berlangsung, peserta kajian diajak untuk berpikir lebih dalam tentang konsep silaturahmi dalam Islam, bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana menjadikannya sebagai bagian yang integral dalam memperkuat ikatan persaudaraan dan hubungan antar sesama umat Muslim.
Pada sesi tanya jawab, ada pertanyaan tentang batasan hubungan dengan lawan jenis dalam konteks silaturahmi. Ustadz Ghassan menjawab dengan menegaskan perlunya menjaga syariat Islam, menyarankan agar tetap mematuhi batasan-batasan syariat seperti tidak bersentuhan, tidak berkhalwat, dan menjaga interaksi dalam batasan yang wajar dan sopan. Penting untuk menghindari godaan yang dapat membawa kepada pelanggaran syariat.
Ustadz Ghassan berharap agar setiap peserta kajian dapat memahami betapa pentingnya silaturahmi dalam Islam dan mampu menjalankannya dengan ikhlas dan tulus. Beliau juga berdoa agar setiap langkah yang diambil dalam menjalankan peran masing-masing di dalam keluarga besar FKIP UAD mendapatkan ridha dan pahala dari Allah SWT.
DEPARTEMEN KEAGAMAAN
_____________________________
Official BEM FKIP UAD 23/24
Instagram : bem_fkip_uad
Yt : bem fkip uad
Web : bem.fkip.uad.ac.id
Twitter: bem_fkip_uad
Tiktok : bemfkipuad
#BEMFKIPUAD
#FKIPJAYA
#FKIPBERCAHAYA
#INTEGRITAS_KOLABORATIF